This summary is not available. Please
click here to view the post.
This summary is not available. Please
click here to view the post.
Sebelum melanjutkan wawancara dia bangkit dan menceburkan tubuhnya ke kolam renang, gerakan antara tangan, kepala, dada dan pantat yang turun naik berirama membentuk suatu harmoni erotis. Aku berdiri di pinggir kolam, ujung sepatuku menyentuh airnya, aku merapatkan tanganku di pangkuan menahan malam yang mulai dingin. Pikiranku menerwang ke alam di mana harapan-harapanku yang tak pernah pupus, cerita cinta yang tak pernah menjadi kenyataan, karena kasih sayangku selalu kehilangan arah.
Pintu kamar mandi terbuka,dia melihatku dengan sudut matanya, dan kemudian berjalan ke tengah ruangan. Tiba-tiba kapal agak miring dan dia berjalan limbung serta menubruk tubuhku, aku tersungkur dan handukku lepas.....aku tergolek telanjang di lantai, penisku yang telah menegang dari tadi kelihatan sedikit kemerah-merahan, aku malu dan segera meraih handuku, tapi dia terjatuh dan menindih tubuhku....
“Toro… kamu sudah mendengar berita terbaru tentang Fizkar?” Tanya Aris berbisik. Aku menautkan alisku. Aku selalu bersama Fizkar dan sampai saat ini keadaanku baik-baik saja. Bahkan, kurasakan jauh lebih baik daripada kehidupanku sebelumnya yang sunyi. Ada apa lagi dengan Fizkar?!
This summary is not available. Please
click here to view the post.
Ketika mulai menurunkannya, ia terhenyak sejenak, karena mengetahui kalau Adrian tidak memakai CD alias celana dalam!!
This summary is not available. Please
click here to view the post.
This summary is not available. Please
click here to view the post.
“Ro! Boleh gue cerita banyak tentang diri gue ke elo?” Tiba-tiba Fizkar berbicara berbisik. Aku mengangguk dengan beribu tanya. Fizkar merebahkan kepalanya di pangkuanku. Diraihnya tanganku dan dibimbingnya supaya membelai kepalanya.
Ada yang lebih mengejutkan lagi. Ada anak baru di kelasku. Fizkar Zakaria namanya. Tubuhnya kecil tetapi tegap. Rambut agak cepak. Kurasa kalau gondrong ia akan menjadi kribo. Wajah tampannya terlihat lelaki sekali. Menurutku kesan badungnya sangat menonjol. Tentu saja gumpalan di celananya yang agak ketat juga tidak kalah menonjol. Ouch…
“Tapi kamu janji tidak melakukannya pada Aris, ya? Nanti kalau kita bertemu lagi Paman serahkan lagi kontol Paman buat kamu!” Pintanya. Mana mungkin aku berjanji? Aku sudah pernah mengocok kontol Aris sekali. Di samping Paman Arjo persis!
Dia suka juga, saya merhatiin celananya yang sudah mulai mekar, dia juga merhatiin saya ngeliatin kontol dia.
“Gue cuma mau kasih peringatan buat elo! Jangan sok kegantengan di sini. Elo anak baru! Selly dan cewek-cewek cakep di sini jatah anak-anak lama. Kalau elo berani mendekati satu aja di antara mereka, siap-siap saja elo seperti bencong ini! Hehh!”
This summary is not available. Please
click here to view the post.
"Darimana kamu tahu nama emailku.. atau jangan jangan?!" Aku cuma memainkan kepalaku dan mataku tanpa jawab.













