Kutarik koper-koper itu. Ehh, anjrit…!!! Berat banget?!! Ini kan kopernya Denis kemarin? Kok… masih ada isinya…?! Kok ada di sini?!!
“Denis… sini Denis…” kupanggil monyet itu. Hihihi… Nggak tahu gimana caranya manggil monyet, yang terpikir malah si Denis. Mungkin karena sama-sama tengil!
Aku nggak punya alasan buat menolaknya. Sebenarnya aku juga nggak punya alasan buat mengikutinya, tapi… aku nggak sanggup lagi menghadapi masalah ini seorang diri…
Mataku langsung tersita memandangi foto wallpaper yang terpajang di layar HP…
foto
Foto dua orang… cowok yang berpose akrab! Bisa dibilang, sangat akrab…! Dan aku kenal salah satunya…
Jantungku seperti berderak keras dalam sesaat… Setengah sesaat termangu, aku melangkah masuk, menaruh plastik belanjaanku di dekat pintu. Dan baru kusadari… tanganku mulai gemetar…
This summary is not available. Please
click here to view the post.










